22/11/2012 By
1. Baca Blog Orang Lain
Blog untuk bisnis (business blogging) adalah sebuah teknik yang sudah lama digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti Ford dan Acer. Sebelum Anda mulai menulis blog Anda, bacalah terlebih dahulu blog-blog yang mirip dengan bisnis yang sedang Anda jalankan. Misalnya Anda berbisnis seputar fashion, pakaian, dan aksesoris, Anda dapat mulai membaca fashion blog. Di Indonesia cukup banyak fashion blogger yang bagus seperti Stevia. Jika bisnis Anda berada diseputar dunia kecantikan, Anda dapat menonton video blog yang sangat terkenal yaitu: From Head To Toe. Pelajari apapun yang Anda bisa dari blog-blog yang sudah terlebih dahulu mendapatkan pasar seperti diatas. Bagaimana gaya penulisannya? Berapa banyak pembacanya? Bagaimana karakteristik mayoritas follower mereka di Twitter? Bagaimana mereka menulis judul artikel yang bisa menarik pembaca? Artikel mana yang paling populer di blog tersebut? Jika ternyata mereka menjual produk yang mirip dengan Anda, bagaimana mereka mendapatkan pembeli tersebut? Amati dan temukan pola dari sebuah blog yang berhasil. Anda akan banyak sekali mendapatkan inspirasi untuk nge-blog dari sana.2. Tentukan Target Pasar Anda
Jika Anda perhatikan, blog yang ramai dan memiliki banyak penggemar biasanya memiliki satu tema khusus yang ber-resonansi dengan pembacanya. Tema ini biasanya sangat spesifik dan sangat menarik bagi sekelompok pembaca tertentu. Tentukanlah target pembaca Anda. Untuk siapa Anda menulis blog tersebut? Ingatlah bahwa Anda tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Semakin umum bahasan di blog Anda, semakin mudah orang lain menemukan informasi yang sama di tempat lain. Saat Anda menulis blog untuk semua orang, saat itulah Anda tidak menulis blog untuk siapapun. Saat menentukan target pembaca blog Anda, buatlah se-detail yang Anda bisa. Jawablah beberapa pertanyaan berikut ini untuk mulai menentukan target pembaca blog Anda:- Berapa usianya?
- Pria atau wanita?
- Berapa rata-rata pengeluarannya untuk belanja online perbulan?
- Siapa aktor, penyanyi, atau public figure yang ia senangi?
- Apa kata teman-teman disekitarnya jika ia menggunakan produk Anda?
- Apa solusi yang bisa Anda tawarkan dari masalahnya?
- Bagaimana gaya berbicaranya ke orang lain?
- Siapa akun Twitter yang Ia follow?
- Apa hambatan terbesarnya membeli secara online dari Anda?
- Apa keuntungan yang akan Ia dapat jika membeli dari toko Anda?
Dengan menjawan pertanyaan-pertanyaan diatas, Anda akan mendapatkan
gambaran awal bagaimana karakteristik pembeli Anda. Ingatlah
pertanyaan-pertanyaan diatas hanya sebagai gambaran awal akan seperti
apa blog Anda nantinya. Anda tidak bisa mengandalkan 100%
jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Anda harus mulai menulis
blog untuk nantinya mengukur apakah Anda telah menyentuh target pasar
yang tepat. Jika tidak, sesuaikan sambil jalan. Intinya mulailah dulu.
3. Tulislah Content Yang Bernilai
Untuk membuat content yang bernilai sebenarnya mudah. Anda cukup menjawab:
“Akankah saya membagi ke orang lain artikel yang baru saya baca?”
Artikel blog yang bernilai bagi pembaca akan membuat pembaca tersebut dengan percaya diri membagikannya dengan teman-temannya. Content
anda dapat berupa artikel yang mengedukasi, tips seputar bisnis Anda,
cerita dibelakang layar, atau apapun yang bisa memberikan solusi bagi
pembaca blog Anda.
Alasannya sederhana: tidak ada yang perduli dengan Anda!
Pasar Anda tidak perdulli dengan merek Anda, produk Anda, fitur
atau layanan Anda. Semakin Anda gencar menuliskan fitur dan kelebihan
produk Anda, semakin banyak alasan pemaca blog Anda untuk mengabaikan
Anda. Mulailah membuat content yang bermanfaat, yang menyelesaikan masalah orang lain sebelum mereka bertransaksi dengan Anda.
4. Jangan Oversell atau Undersell
Oversell adalah ketika Anda terlalu berlebihan mempromosikan produk Anda menggunakan blog. Undersell adalah ketika Anda kurang atau sama sekali tidak berpromosi melalui content blog Anda.
Anda harus menemukan titik tengah yang tepat diantara kedua hal ini. Ingatlah bahwa undersell dan oversell
adalah hal yang sangat relatif. Semua tergantung dari bagaimana pembaca
Anda akan menerimanya. Toleransi dari setiap target pembaca blog
tentunya sangat berbeda, namun saran saya mulailah dengan menggunakan
prinsip 80-20. Dimana 80% content blog Anda isinya mendidik pasar dan
memberikan nilai tambah bagi pembaca blog. Sedangkan 20% lagi berisi
promosi dan cerita mengenai bisnis Anda.
Jikapun Anda ingin berpromosi secara langsung, integrasikanlah kedalam blog Anda. Berikan link menuju produk Anda didalam setiap artikel Anda. Cara lain adalah dengan menuliskan link menuju toko online Anda pada bagian bawah setiap artikel.
Kombinasikanlah teknik diatas dengan promosi visual dari artikel kemarin untuk dampak promosi yang lebih baik. Pada artikel selanjutnya kita akan membahas bagaimana menjaga konsistensi blog Anda.
Selamat mencoba
Ilustrasi: mariareyesmcdavis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar